ASAS-ASAS BERPIKIR

September 24, 2013 at 6:13 am Tinggalkan komentar

            Di dalam kegiatan berbahasa, terutama kegiatan berpikir bersama, diskusi, rapat, seminar, simposium, temu wicara, sarasehan, bahkan debat, terdapat suatu pola kegiatan berpikir bersama bergerak maju ke arah hal baru berdasarkan persepsi yang sudah dimiliki. Dengan demikian, kegiatan tersebut tak sebatas sampai pada keputusan, pemikiran, pengetahuan, atau kesimpulan sebab kita berusaha meng-up date sehingga menghasilkan konsep atau gagasan, pemikiran, keputusan, atau kesimpulan baru yang lebih baik.

            Hal tersebut terbentuk karena sikap kritis, bijak, dan inovatif kita dalam kemajuan pola pikir, analisis, dan cara pandang suatu masalah. Oleh karena itu, dalam kegiatan berpikir bersama tersebut ditemukan alternatif-alternatif, solusi, dan pemecahan. Jadi, secara tak langsung  eksplisit kita sudah menempatkan asas berpikir sebagai pangkalan menuju gagasan atau konsep baru sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

 

            Ada beberapa asas yang perlu dicermati demi kerangka berpikir atau paradigma kita, yaitu:

 

  1. 1.        Asas identitas

 

Asas ini merupakan suatu kaidah berpikir dar suatu konsep yang menunjuk sifat khas atau pokok realitas, konsep, atau masalah. Hal tersebut mempunyai hakikat yang khas: memiliki sifat, referensi, dan identitas tertentu. Oleh karena itu, asas ini lekat dengan kategori ini adalah ini, itu adalah itu. Konsekuensi logisnya, kesimpulan yang ditarik harus diakui.

 

Cermati kutipan berikut!

 

Petenis utama purti Indonesia, Angelique “Angie” Widjaja, dipilih oleh Australian Tennis Magazine, majalah tenis terkemuka Australia, sebagai petenis muda terbaik (Rising Star) tahun 2002. Pemberan trofi penghargaan tersebut, ujar manajer Angie, Virginia Rusli, akan dilakukan saat turnamen Australia Terbuka berlangsung di Melbourne, pertengahan Januari 2003.

 

“Penyerahan trofi akan dilakukan dalam arena Australia Terbuka.  Informasi yang saya peroleh keumungkinan upacara tersebut dilakukan di hari terakhir  turnamen,“  ujar Virginia.

 

Selain Angie, majalah tersebut juga memberikan penghargaan serupa kepada petenis muda Australia, Todd Reid. Reid merupakan juara Wimbledon yunior putra tahun ini, sedangkan Angie menembus peringkat 80-an dunia dengan menjuarai turnamen Volvo Ten di Pattaya Thailand, semifinalis Shanghai Terbuka, dan Juara Dubai Challenger. Setahun sebelumnya di usia yang ke-16, Angie meraih gelar WTA Tour pertama di Wismilak Open Bali (Kompas, 31 Desember 2002).

 

Tentukanlah, manakah realitas, konsep, dan pokok permasalahannya?

 

  1. 2.                       Asas Kontradiktoris

 

Asas ini menunjukan isi dan luas pengertian yang berbeda dari realitas, konsep, atau masalah yang sama. Perbedaan isi dan luas pengertian suatu konsep disebabkan oleh perbedaan cara pendekatan dan sudut poandang. Oleh sebab itu, perlu disikapi secara objektif masalah tersebut sehingga jelas yang benar dan yang salah.

 

Contoh:

  • Semua profesor itu pandai sehingga botak kepala.

Usman, siswa kelas ini, pandai dan botak kepalanya.

Jadi, Usman seorang profesor.

 

  • Semua siswa kelas ini jujur dan rajin belajar.

Anak tetangaku adalah seorang  yang rajin dan jujur.

Berarti, anak tetanggaku adalah warga siswa kelas ini.

 

  1. 3.        Asas kemungkinan Ketiga

Keputusan atau kesimpulan yang benar bukan semata didasarkan oleh sikap kompromis, artinya ada keputusan atau kesimpulan yangs saling bertentangan. Kita harus tegas, hanya satu yang mungkin benar.

 

Contoh:   Semua siswa kelas ini tekun dan rajin.

Beberapa siswa kelas ini tekun dan rajin.

 

Kedua pernyataan di atas tak mjungkin keduanya benar atau keduanya salah. Maka,  harus dikorbankan/dipilih “yang satu” dan mengingkari “yang lain”.

 

  1. 4.        Asas Kausalitas

 

Aasas ini mendasarkan diri pada konsep bahwa setiap realitas, pengertian, amupun masalah selalu mempnyai rangkaian penyebab atau argumentasi keberadaannya.

 

Contoh:

Yang pertama menarik perhatian adalah pengamanan yang mendahului dan menyertai kunjungannya, bukan saja ke Bali, tetapi juga ke Manila (Filipina), Bangkok (Thailand), dan Singapura. Begitulah selalu penjagaan keamanan yang menyertai kehadiran dan kunjungan Presiden Amerika Serikat ke mana pun. Pengamanan standar yang sudah luar biasa itu kini lebih ekstraketat sejak serangan teror ke AS, 11 September 2001, serta munculnya aksi teror di banyak negara dan tempat, termasuk di Bali.

 

Dalam kontkes ini, persinggahan di Bali bisa ditafsirkan sebagai sesuatu yang mempunyai arti sendiri, yakni perhatian Presiden Bush terhadap aksi-aksi teror dan pilihannya menempatkan diri sebagai penggerak dan pemimpin dalam memerangi teror. Suatu posisi yang sekaligus mengundang kontroversi serta perbedaan pendapat, terutama perihal interpretasi dan cara memeranginya.

 

(Kompas, 22 Oktober 2003)

 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) Novel Kemarau: Keberanian A.A. Navis Berjuang Mengubah Paradigma yang Membiasa dalam Masyarakat Minangkabau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2013
S S R K J S M
« Sep   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: